Iklan Benci Tapi Rindu

Sering tanpa kita sadari setiap hari kita melihat iklan. Bangun di pagi hari kita langsung menyetel televisi. Di sela-sela acara di televisi, ditayangkan iklan. Tak berselang lama, tukang koran mengantarkan surat kabar di pagi hari. Kita membacanya; di sela-sela lembar-lembar surat kabar tersebut terdapatkan berbagai iklan. Setelah mandi dan sarapan pagi, kita pergi menuju kampus atau tempat kerja. Mungkin kita naik bis kota yang di punggungnya tertulis sebuah produk permen pelega tenggorokan, atau obat sakit kepala.

Lagi-lagi, kita diperhadapkan pada iklan. Kemudian, di sepanjang jalan kita melihat banyak baliho yang menampilkan berbagai berbagai macam produk. Ketika kita masuk di kelas, dan mulai menulis, mungkin bolpoint yang kita pakai betuliskan sebuah produk tertentu, mungkin bertuliskan nama sebuah surat kabar, atau nama sebuah obat, atau mungkin nama sebuah hotel beserta semboyannya. Masih ditambah lagi, blocknote yang kita pakai bertuliskan sebuah produk tertentu.
Setiap hari kita diperhadapkan pada iklan, sampai-sampai seing kita tidak menyadarinya. Ketidaksadaran kita tersebut mungkin disebabkan karena kita menganggapnya sebagai sebuah kebiasaan. Namun bisa jadi hal itu disebabkan oleh cara beriklan yang tidak kentara. Banyak iklan yang tidak secara lugas meminta kepada konsumen yang disasarkan untuk membeli produk yang diiklankannya.
Kita tidak menyadari bahwa bentuk-bentuk iklan yang kita lihat dan dengar setiap hari merupakan bagian dari sebuah rencana besar pihak-pihak tertentu yang bermaksud memperkenalkan atau menawarkan sebuah produk kepada kita.
Terdapat beberapa pihak yang berkaitan dengan hadirnya iklan yang kita lihat maupun dengar setiap harinya. Dalam modul ini, Anda akan belajar mengenai komponen-komponen yang memberi kontribusi dalam hadirnya iklan yang Anda lihat sehari-hari. Modul ini terdiri dari satu kegiatan belajar yaitu Komponen dalam Jaringan Iklan

Previous Post Next Post