Junianto Bara
Dalam beberapa bulan terakhir ini, misalnya, sangat sulit bagi kami untuk menggelar rapat redaksi yang benar-benar lengkap dihadiri oleh seluruh wartawan. Ini karena hampir setiap minggu ada saja dari kami yang harus bertugas ke luar kota dan luar negeri. Bulan lalu contohnya, wakil pemimpin redaksi kami, Yusran Hakim, harus berangkat ke Australia untuk mencoba mobil-mobil ber-platform IMV bersama para petinggi Toyota Indonesia (TAM). Padahal, dua minggu sebelumnya, Yusran baru pulang dari meliput gelaran akbar Frankfurt Motor Show 2011. Bahkan di antara dua event tadi, ia masih harus menemani saya menghadiri acara media test drive Toyota Grand New Fortuner di Bali.
Kesibukan yang sama juga dialami oleh awak redaksi lainnya. Mulai dari membuat liputan test drive di sekitar Jakarta, Banten, dan Jawa Barat, kami juga harus menyempatkan diri memenuhi undangan dari para APM yang agenda kegiatannya seperti tak pernah habis. Bahkan dengan berat hati, karena kekurangan tenaga, beberapa kali kami dengan sangat menyesal terpaksa menolak menghadiri undangan tersebut.
Yang tidak dibayangkan oleh mereka yang “iri” kepada profesi kami adalah, betapa besar pengorbanan yang kami berikan karena harus meninggalkan keluarga selama berhari-hari dan bahkan minggu, tak terkecuali di akhir pekan, demi melaksanakan tugas jurnalistik. Padahal, akhir pekan adalah waktu yang sangat berharga bagi kami karena jarang sekali kami punya kesempatan bertemu keluarga. Sementara, sebagian besar acara itu justru lebih sering diadakan di akhir pekan.
Tulisan ini misalnya, saya buat di ruang tunggu Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, pada suatu Minggu sore akhir Oktober lalu. Hari itu saya harus terbang ke Seoul, Korea Selatan, untuk memenuhi undangan P.T. Hyundai Mobil Indonesia. Sepulang dari sini, Insya Allah, saya juga harus ke Amerika Serikat untuk undangan sebuah APM lainnya. Belum lagi di akhir November saya bersama Eka Zulkarnain, Redaktur Pelaksana, serta fotografer Edi Weente juga harus terbang ke Tokyo untuk meliput ajang Tokyo Motor Show 2011.
Perjalanan seperti ini bagi kami bukanlah liburan. Semua itu adalah pekerjaan yang harus kami lakukan untuk memenuhi komitmen dan pilihan hidup kami sebagai wartawan. Jadi, jika Anda “iri” kepada profesi kami, coba pikir-pikir lagi. Karena, belum tentu semua orang mampu memenuhi komitmen profesional seperti yang kami berikan.





0 komentar:
Poskan Komentar
Buat Blog Ini menjadi lebih baik, Silahkan Tuliskan Komentar anda.